Sabtu, 28 Desember 2013

Cara Mengganti Command Proxy Ubuntu Server dengan kata-kata kita sendiri



Sedikit cara untuk utak atik Perintah proxy server ubuntu dimaksudkan supaya lebih simple saja.

Commnand default ubuntu server =

    Mematikan proxy = shutdown –h now
    Restart proxy = reboot
    Restart squid = /etc/init.d/squid restart
    Melihat sisa hardisk = df -h
    Melihat Hit,Miss squid= tail -f /var/log/squid/access.log | ccze

Kita Ubah Command Default Menjadi =

    Mematikan proxy = mati
    Restart proxy = matihidup
    Restart squid = ulang
    Melihat sisa hardisk = sisa
    Melihat Hit,Miss squid= lihat
Internet high speed
Ok! Langkah awal adalah remote proxy sobat dengan putty dan login dengan root kemudian ikuti perintah berikut:

1. Mematikan Proxy
Perintah default mematikan proxy adalah “shutdown –h now” kita ubah menjadi “mati”.

Ketik
nano /sbin/mati (kemudian enter)
shutdown –h now
kemudian tekan CTRL+ X  di keyboard, kemudian tekan Y dan ENTER 
selanjutnya ketik perintah:
chmod 755 /sbin/mati (kemudian enter)

2. Restart proxy
Perintah default restart  proxy adalah “reboot” kita ubah menjadi “matihidup
nano /sbin/matihidup (kemudian enter)
reboot
kemudian tekan CTRL+ X  di keyboard, kemudian tekan Y dan ENTER 
selanjutnya ketik perintah:
chmod 755 /sbin/matihidup (kemudian enter)

3. Restart Squid
Perintah default Restart  Squid  adalah “/etc/init.d/squid restart” kita ubah menjadi “ulang” .
nano /sbin/ulang (kemudian enter)
sudo /etc/init.d/squid restart
kemudian tekan CTRL+ X  di keyboard, kemudian tekan Y dan ENTER 
selanjutnya ketik perintah:
chmod 755 /sbin/ulang (kemudian enter)

4. Melihat sisa hardisk
Perintah default Restart  Squid  adalah “df -h” kita ubah menjadi “sisa
nano /sbin/sisa (kemudian enter)
df -h
kemudian tekan CTRL+ X  di keyboard, kemudian tekan Y dan ENTER 
selanjutnya ketik perintah:
chmod 755 /sbin/sisa (kemudian enter)

5. Melihat Hit,Miss squid
Perintah default Restart  Squid  adalah “tail -f /var/log/squid/access.log | ccze” kita ubah menjadi “lihat
nano /sbin/lihat (kemudian enter)
tail -f /var/log/squid/access.log | ccze
kemudian tekan CTRL+ X  di keyboard, kemudian tekan Y dan ENTER 
selanjutnya ketik perintah:
chmod 755 /sbin/lihat (kemudian enter)

Semoga command Proxy Ubuntu server ini bermanfaat .....
Sumber: http://kampunganpissan.blogspot.com/

Budi Daya Ikan Lele

Budidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang. Pemerintah juga gencar memberikan dukungan melalui riset benih lele unggul dan kampanye gerakan makan ikan. Sehingga bermunculan sentra-sentra budidaya ikan lele di sejumlah daerah.
Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, budidaya ikan lele sebaiknya tidak dilakukan secara sampingan atau sekadar kegiatan subsisten. Ikan lele sanggup hidup dalam kepadatan tebar yang tinggi dan memiliki rasio pemberian pakan berbanding pertumbuhan daging yang baik. Oleh karena itu, usaha budidaya ikan lele akan memberikan keuntungan lebih apabila dilakukan secara intensif.
Terdapat dua segmen usaha budidaya ikan lele, yaitu segmen pembenihan dan segmen pembesaran. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas budidaya ikan lele segmen pembesaran. Berikut kami uraikan tahap-tahap persiapannya.

Penyiapan kolam tempat budidaya ikan lele

Ada berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele. Untuk memutuskan kolam apa yang cocok, harap pertimbangkan kondisi lingkungan dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Lalu, cocokkan dengan sumber dana yang kita miliki. Perlu diperhatikan bahwa setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila ditinjau dari segi usaha budidaya.
Tipe-tipe kolam yang umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita hanya membahas kolam tanah saja, mengingat jenis kolam ini paling banyak digunakan oleh para peternak ikan.

a. Pengeringan dan pengolahan tanah

Sebelum benih ikan lele ditebarkan, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lama pegeringan berkisar 3-7 hari atau bergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai patokan, apabila permukaan tanah sudah retak-retak, kolam bisa dianggap sudah cukup kering. Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit. Mikroorganisme tersebut bisa bekembang dari sisa-sisa priode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
Setelah dikeringkan, permukaan tanah dibajak atau dibalik dengan cangkul. Pembajakan tanah diperlukan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun yang tertimbun di dalam tanah. Selain penggemburan, lakukan pengangkatan lapisan lumpur hitam berbau busuk yang biasanya terdapat di dasar kolam. Karena lumpur hitam tersebut menyimpan gas-gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Gas-gas itu terbentuk dari tumpukan sisa pakan yang tidak habis pada periode budidaya ikan lele sebelumnya.

b. Pengapuran dan pemupukan

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor. Pengapuran dilakukan dengan cara ditebar secara merata di atas permukaan dasar kolam. Setelah ditebari kapur, balik tanah dengan cangkul agar kapur meresap ke bagian dalam. Dosis yang diperlukan untuk pengapuran dasar kolam adalah 250-750 gram per meter persegi, atau tergantung pada derajat keasaman tanah. Semakin asam tanah semakin banyak kapur yang dibutuhkan.
Langkah selanjutnya adalah pemupukan. Pupuknya menggunakan paduan pupuk organikditambah urea dan TSP. Jenis pupuk organiknya bisa pupuk kandang atau pupuk kompos, dosisnya sebanyak 250-500 gram per meter persegi. Sedangkan dosis pupuk kimianya adalah urea 15 gram per meter persegi dan TSP 10 gram per meter persegi. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menyediakan nutrisi bagi biota seperti fitoplankton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk makanan alami ikan lele.

c. Pengaturan air kolam

Ketinggian air yang ideal untuk budidaya ikan lele adalah 100-120 cm. Pengisian kolam harus dilakukan secara bertahap. Setelah kolam dipupuk, isi dengan air sampai batas 30-40 cm. Pada ketinggian tersebut sinar matahari masih bisa tembus hingga dasar kolam dan memungkinkan biota dasar kolam seperti fitoplankton tumbuh dengan baik. Kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton airnya akan berwarna kehijauan. Setelah satu minggu, baru benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.
Panduan budidaya ikan lele

Pemilihan benih ikan lele

Tingkat kesuksesan budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Benih yang akan digunakan dalam budidaya ikan lele hendaklah dari jenis benih unggul. Ada beberapa jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan di Indonesia. Silahkan baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis ikan lele budidaya. Dalam artikel ini kami merekomendasikan jenis ikan lele Sangkuriang yang dikembangkan BBPBAT Sukabumi. Alasannya, ikan lele sangkuriang merupakan hasil perbaikan dari lele dumbo. Dimana kualitas dari lele dumbo yang saat ini beredar di masyarakat semakin menurun dari waktu ke waktu. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai ikan lele sangkuriang silakan baca asal-usul ikan lele sangkuriang.
Benih ikan lele bisa kita dapatkan dengan cara membeli atau melakukan pembenihan ikan lele sendiri. Untuk membuat pembenihan sendiri silahkan baca cara pembenihan ikan leledan teknik pemijahan ikan lele. Hal yang paling penting adalah benih unggul yang digunakan harus benih yang baik dan sehat.

a. Syarat benih unggul

Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Benih yang kualitasnya buruk tidak bisa menghasilkan dengan maksimal dan rentan terhadap serangan penyakit. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakan renangnya, coba tempatkan ikan pada arus air, jika ikan tersebut menantang arah arus air berarti gerakan renangnya normal.
Ukuran benih untuk budidaya ikan lele sebaiknya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

b. Cara menebar benih

Sebelum benih ditebar, lakukan penyesuaian iklim terhadap benih. Caranya, masukan benih yang baru datang dengan wadahnya (ember/jeriken) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar terjadi penyesuaian suhu tempat benih dengan suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Miringkan wadah dan biarkan benih keluar dengan sendirinya. Metode ini bermanfaat mencegah stres pada benih.
Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.
Menentukan kapasitas kolam
Berikut ini cara menghitung kapasitas kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsi kedalaman kolam 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-400 ekor per meter persegi. Contoh, untuk kolam berukuran 3 x 4 meter maka jumlah bibit ikannya minimal (3×4) x 200 = 2400 ekor, maksimal (3×4) x 400 = 4800 ekor.
Catatan: kolam tanah kapaistasnya lebih sedikit dari kolam tembok.

Pakan untuk budidaya ikan lele

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam budidaya ikan lele. Ada banyak sekali merek dan ragam pakan di pasaran. Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan Food Convertion Ratio (FCR) lebih kecil dari satu. FCR adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR, semakin baik kualitas pakan. Untuk mencapai hasil maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan tambahan secara berimbang. Bila pakan pabrik terasa mahal, silahkan coba membuat sendiri pakan lele alternatif.

a. Pemberian pakan utama

Pakan yang baik harus mengandung nutrisi yang diperlukan oleh ikan lele. Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa. Apabila pakan dirasa terlalu mahal kita juga bisa membuat pakan alternatif, silahkan baca membuat sendiri pakan lele alternatif.
Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Cara pemberiannya berdasarkan bobot ikan setiap 10 hari. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh.
Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari. Harus diingat, ikan lele merupakan hewan nokturnal, aktif pada malam hari. Pertimbangkan pemberian makan lebih banyak pada sore dan malam hari. Pakan diberikan dengan ditebar. Si pemberi pakan harus jeli melihat reaksi ikan. Berikan pakan saat ikan lele agresif menyantap pakan dan berhenti apabila ikan sudah terlihat malas untuk menyantapnya.
Panduan lengkap budidaya ikan lele

b. Pemberian pakan tambahan

Selain pakan utama, bisa dipertimbangkan juga untuk memberi pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan sangat menolong menghemat biaya pengeluaran pakan yang memang cukup menguras kantong. Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, bisa dipertimbangkan pemberian ikan rucah segar. Ikan rucah adalah hasil ikan tangkapan dari laut yang tidak layak dikonsumsi manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dari campuran ampas tahu.
Keong mas dan limbah ayam bisa diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya bisa dilakukan dengan perebusan. Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang. Untuk ayam bersihkan bulu-bulunya sebelum diumpankan pada lele.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai telat atau kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yakni suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan pakan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.

Pengelolaan air

Hal penting lainnya dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Walaupun ikan lele bisa hidup dalam kondisi air yang buruk, untuk mendapatkan hasil maksimal kualitas dan kuantitas air harus tetap terjaga.
Awasi kualitas air dari timbunan sisa pakan yang tidak habis di dasar kolam. Timbunan tersebut akan menimbulkan gas amonia atau hidrogen sulfida yang dicirikan dengan adanya bau busuk. Oleh karena itu, apabila sudah muncul bau busuk, buang sepertiga air bagian bawah. Kemudian isi lagi dengan air baru. Frekuensi pembuangan air sangat tergantung pada kebiasaan memberikan pakan. Apabila dalam memberikan pakan banyak menimbulkan sisa, pergantian air akan lebih sering dilakukan. Selain itu, apabila air terlihat berkurang karena penguapan atau kebocoran kolam, segera tambahkan.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang paling umum dalam budidaya ikan lele antara lain hama predator seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung. Sedangkan hama yang menjadi pesaing antara lain ikan mujair. Untuk mencegahnya yaitu dengan memasang saringan pada jalan masuk dan keluar air atau memasang pagar di sekeliling kolam.
Penyakit pada budidaya ikan lele bisa datang dari protozoa, bakteri dan virus. Ketiga mikroorganisme ini menyebabkan berbagai penyakit yang mematikan. Beberapa diantaranya adalah bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor. Untuk mencegah timbulnya penyakit infeksi adalah dengan menjaga kualitas air, mengontrol kelebihan pakan, menjaga kebersihan kolam, dan mempertahankan suhu kolam pada kisaran 28oC. Selain penyakit infeksi ikan lele juga bisa terserang penyakit non-infeksi seperti kuning, kekurangan vitamin dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengendalian penyakit silahkan baca pengendalian hama dan penyakit ikan lele.

Panen budidaya ikan lele

Pemanenan budidaya ikan lele untuk konsumsi dalam negeri biasanya berukuran 9-12 ekor per kg. Untuk mencapai ukuran konsumsi dari benih sebesar 5-7 cm dibutuhkan waktu sekitar 2,5 sampai 3,5 bulan dari awal benih ditebar. Sedangkan untuk ekspor, berat ikan lele bisa mencapai 500 gram per ekor.
Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen hendaknya disortasi terlebih dahulu untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran ini berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Beternak Kambing Etawa

Membudidayakan kambing etawa kini sedang gemar dilakukan oleh para peternak kambing di berbgai daerah. beternak kambing etawa memang bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan keuntungan yang berlimpah, namun sering kali para peternak pemula ragu dalam memutuskan untuk beternak kambing etawa ini. Butuh kebijakan dalam menyikapi suatu analisa usaha ternak kambing etawa.
Jangan sampai analisa-analisa tersebut membuat para pemula menjadi ragu untuk beternak atau bahkan terlalu berharap. Terlalu berharap untuk mendapatkan keuntungan dari analisa-analisa yang ada akan mengakibatkan suatu bisnis budidaya bisa langsung tutup saat menemui kendala. Beberapa cara bijak yang bisa dilakukan sebelum beternak adalah:
a. Jadikanlah analisa-analisa yang ada sebagai gambaran kasar dari keuntungan yang mungkin diperoleh. Sebuah usaha pasti menguntungkan asal dilakukan dengan fokus & konsisten.
b. Memperhatikan penempatan kandang terhadap sumber pakan hijauan. Menekan biaya pakan adalah kunci sukses beternak etawa. Perhatikan juga keseterdiaan pakan konsentrat seperti ampas tahu / bungkil jagung.
c. Tahu pasti tentang daya serap pasar terhadap produk ternak kambing etawa. Dengan mengetahui daya serap pasar akan menentukan tujuan beternak kambing etawa. Apakah untuk pedaging, susu/kontes.
d. Infrastruktur haruslah sesuai dengan jumlah kambing yang akan dipelihara dan modal yang ada. Semisal adalah; sangat bagus untuk memiliki kandang terbuat dari kayu dan beratap genteng. Namun jika belum ada modal, maka kayu dapat diganti bambu dan genteng bisa diganti asbes. Intinya adalah mendahulukan yang perlu agar peternakan bisa berjalan. Semua itu punya tujuan untuk efisiensi penggunaan modal.
e. Pilihlah kambing peranakan etawa / kambing etawa yang sesuai dengan tujuan beternak dan modal yang ada. Harga kambing etawa ras kaligesing sekarang ini cukup mahal. Dengan membeli bibit/induk kambing etawa ras senduro yang lebih murah & berkualitas akan bisa mengurangi biaya pembelian kambing perah & pedaging.
f. Mulailah dari yang mudah, murah dan kecil. Ini bertujuan agar peternak kambing etawa pemula belajar mengenai aspek-aspek manajemen dalam ternak kambing etawa. Juga upaya mengurangi risiko kerugian jika ada kambing yang mati.
g. Merencanakan jangka panjang untuk mengembangkan & membesarkan peternakan kambing etawa. Dengan prinsip ini diharapkan peternak tak tburu-buru untuk mengambil semua laba tanpa memperhitungkan pembesaran kandang (seperti perluasan kandang /penambahan kambing). Hendaknya keuntungan yang diperoleh diputar lagi untuk memperbesar aset peternakan.
h. Banyak belajar mengenai ternak kambing etawa lewat buku seminar maupun dari internet. Konsultasi antar sesama peternak kambing etawa dan yang telah berhasil bisa membantu pemahaman manajemen ternak yang baik dan benar.
Pemeliharan budidaya kambing etawa tergolong cukup mudah. Kandang bisa kita buat dari bambu. Tidak butuh pakan khusus selain hijauan daun dan konsentrat. Lantai kandang kambing yang berkisi-kisi memungkinkan kotoran bisa langsung jatuh ke tanah. Kotoran dapat dibiarkan di tanah tanpa menimbulkan bau, asal kering. Kotoran ini dengan sendirinya bisa terurai dengan halus dan hasilnya dapat kita jual sebagai pupuk.

Setting Mikrotik dan Squid Proxy


Alat Yang di Gunakan :
- Modem Speedy
- RB750 ROS 4.6 atau Mikrotik v5.xx
- Squid proxy yang berjalan transparant pada port 3128 + zph

Topologi :
- Speedy 2M down dan 512 up
- 1M untuk jatah download semua client dengan batasan maksimal 256kbps/client
- Akses tanpa dibatasi limit untuk beberapa IP tertentu (dalam hal ini IP 192.168.2.16 dan 192.168.2.17)
- Browsing tidak dibatasi
- Aplikasi QOS pada outbound/paket yang keluar dari modem speedy

Manifest IP address yang digunakan :
[MODEM]
Public IP Address = 192.168.1.2/24
[CLIENTS]
Client IP Address = 192.168.2.2-192.168.2.17 (ip selain itu tidak konek internet)
[SQUID BOX]
Proxy Ip Address = 192.168.3.2
squid.conf dengan zph
http_port 3128 transparent
zph_mode tos
zph_local 0x30
zph_parent 0
zph_option 136
================Basic Configuration================
/interface ethernet
set 0 comment="Public Interface" name=Public
set 1 comment="Local Interface" name=Local
set 2 comment="Proxy Interface" name=Proxy

/ip address
add address=192.168.2.1/24 broadcast=192.168.2.2 comment="" disabled=no \
interface=Local network=192.168.2.0
add address=192.168.3.1/24 broadcast=192.168.3.2 comment="" disabled=no \
interface=Proxy network=192.168.3.0
add address=192.168.1.2/24 broadcast=192.168.1.3 comment="" disabled=no \
interface=Public network=192.168.1.0

/ip dns
set allow-remote-requests=yes cache-max-ttl=1w cache-size=4096KiB \
max-udp-packet-size=512 servers="125.160.4.82,203.130.196.155"
(sesuaikan dengan DNS ISP sobat)

/ip route
add gateway=192.168.1.1 comment="" disabled=no

/ip service
set telnet address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=23
set ftp address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=21
set www address=0.0.0.0/0 disabled=no port=80
set ssh address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=22
set www-ssl address=0.0.0.0/0 certificate=none disabled=yes port=443
set api address=0.0.0.0/0 disabled=yes port=8728
set winbox address=0.0.0.0/0 disabled=no port=8291

/system ntp client
set enabled=yes mode=unicast primary-ntp=152.118.24.8 secondary-ntp=\
202.169.224.16

/ip firewall address-list
add address=192.168.3.1/24 comment="" disabled=no list=ProxyNET
add address=192.168.2.2-192.168.2.17 comment="" disabled=no list=localNet
(saya hanya menjalankan client konek internet 2-17 client)
=================end of basic configuration=================
Untuk firewall filternya saya terapkan yang terpentingnya saja.
/ip firewall filter
add action=drop chain=input comment="Drop Invalid connections" \
connection-state=invalid disabled=no
add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" \
address-list-timeout=2w chain=input comment="Port scanners to list " \
disabled=no protocol=tcp psd=21,3s,3,1
add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" \
address-list-timeout=2w chain=input comment="NMAP FIN Stealth scan" \
disabled=no protocol=tcp tcp-flags=fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg
add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" \
address-list-timeout=2w chain=input comment="SYN/FIN scan" disabled=no \
protocol=tcp tcp-flags=fin,syn
add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" \
address-list-timeout=2w chain=input comment="SYN/RST scan" disabled=no \
protocol=tcp tcp-flags=syn,rst
add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" \
address-list-timeout=2w chain=input comment="FIN/PSH/URG scan" disabled=\
no protocol=tcp tcp-flags=fin,psh,urg,!syn,!rst,!ack
add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" \
address-list-timeout=2w chain=input comment="ALL/ALL scan" disabled=no \
protocol=tcp tcp-flags=fin,syn,rst,psh,ack,urg
add action=add-src-to-address-list address-list="port scanners" \
address-list-timeout=2w chain=input comment="NMAP NULL scan" disabled=no \
protocol=tcp tcp-flags=!fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg
add action=drop chain=input comment="Dropping port scanners" disabled=no \
src-address-list="port scanners"
add action=accept chain=input comment="Allow Established connections" \
connection-state=established disabled=no
add action=accept chain=input comment="Allow Related connections" \
connection-state=related disabled=no
add action=accept chain=input comment="Allow ICMP from LOCAL Network" \
disabled=no protocol=icmp src-address-list=localNet
add action=accept chain=input comment="Allow ICMP from PROXY Network" \
disabled=no protocol=icmp src-address-list=ProxyNET
add action=accept chain=input comment="Allow Input from LOCAL Network" \
disabled=no src-address-list=localNet
add action=accept chain=input comment="Allow Input from PROXY Network" \
disabled=no src-address-list=ProxyNET
add action=drop chain=input comment="Drop everything else" disabled=no
add action=drop chain=forward comment="Drop Invalid connections" \
connection-state=invalid disabled=no
add action=jump chain=forward comment="Bad packets filtering" disabled=no \
jump-target=tcp protocol=tcp
add action=jump chain=forward comment="" disabled=no jump-target=udp \
protocol=udp
add action=jump chain=forward comment="" disabled=no jump-target=icmp \
protocol=icmp
add action=drop chain=tcp comment="deny SMTP" disabled=no dst-port=25 \
protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny TFTP" disabled=no dst-port=69 \
protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny RPC portmapper" disabled=no dst-port=\
111 protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny RPC portmapper" disabled=no dst-port=\
135 protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny NBT" disabled=no dst-port=137-139 \
protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny cifs" disabled=no dst-port=445 \
protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny NFS" disabled=no dst-port=2049 \
protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny NetBus" disabled=no dst-port=\
12345-12346 protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny NetBus" disabled=no dst-port=20034 \
protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny BackOriffice" disabled=no dst-port=\
3133 protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny DHCP" disabled=no dst-port=67-68 \
protocol=tcp
add action=drop chain=tcp comment="deny P2P" disabled=no p2p=all-p2p
add action=drop chain=udp comment="deny TFTP" disabled=no dst-port=69 \
protocol=udp
add action=drop chain=udp comment="deny PRC portmapper" disabled=no dst-port=\
111 protocol=udp
add action=drop chain=udp comment="deny PRC portmapper" disabled=no dst-port=\
135 protocol=udp
add action=drop chain=udp comment="deny NBT" disabled=no dst-port=137-139 \
protocol=udp
add action=drop chain=udp comment="deny NFS" disabled=no dst-port=2049 \
protocol=udp
add action=drop chain=udp comment="deny BackOriffice" disabled=no dst-port=\
3133 protocol=udp
add action=accept chain=icmp comment="limit packets 5/secs" disabled=no \
icmp-options=0:0-255 limit=5,5 protocol=icmp
add action=accept chain=icmp comment="limit packets 5/secs" disabled=no \
icmp-options=3:0 protocol=icmp
add action=accept chain=icmp comment="limit packets 5/secs" disabled=no \
icmp-options=3:3 limit=5,5 protocol=icmp
add action=accept chain=icmp comment="limit packets 5/secs" disabled=no \
icmp-options=3:4 limit=5,5 protocol=icmp
add action=accept chain=icmp comment="limit packets 5/secs" disabled=no \
icmp-options=8:0-255 limit=5,5 protocol=icmp
add action=accept chain=icmp comment="limit packets 5/secs" disabled=no \
icmp-options=11:0-255 limit=5,5 protocol=icmp
add action=drop chain=icmp comment="Drop other icmp packets" disabled=no
add action=accept chain=forward comment="Allow Established connections" \
connection-state=established disabled=no
add action=accept chain=forward comment="Allow Forward from LOCAL Network" \
disabled=no src-address-list=localNet
add action=accept chain=forward comment="Allow Forward from PROXY Network" \
disabled=no src-address-list=ProxyNET
add action=drop chain=forward comment="Drop everything else" disabled=no
Untuk NAT nya sebagai berikut :
/ip firewall nat
add action=masquerade src-address-list=localNet chain=srcnat comment="NAT-LOCAL" disabled=no \
out-interface=Public
add action=masquerade src-address-list=ProxyNet chain=srcnat comment="NAT-PROXY" disabled=no \
out-interface=Public
add action=dst-nat chain=dstnat comment="TRANSPARENT PROXY" disabled=no \
dst-address-list=!ProxyNET dst-port=80,8080,3128 in-interface=Local \
protocol=tcp to-addresses=192.168.3.2 to-ports=3128
(atau yang saya punya redirect proxy seperti ini :)
add action=dst-nat chain=dstnat comment="TRANSPARENT PROXY" disabled=no \
src-address=192.168.2.2-192.168.2.17 dst-port=80,8080,3128 in-interface=Local \
protocol=tcp to-addresses=192.168.3.2 to-ports=3128
add action=dst-nat chain=dstnat comment="TRANSPARENT DNS" disabled=no \
dst-port=53 in-interface=Local protocol=udp to-ports=53
add action=dst-nat chain=dstnat comment="" disabled=no dst-port=53 \
in-interface=Local protocol=tcp to-ports=53
add action=dst-nat chain=dstnat comment="" disabled=no dst-port=53 \
in-interface=Proxy protocol=udp to-ports=53
add action=dst-nat chain=dstnat comment="" disabled=no dst-port=53 \
in-interface=Proxy protocol=tcp to-ports=53
Penjelasan :
- Transparent DNS agar client tidak bisa menggunakan NS selain yang terpasang di mikrotik
  (bisa sobat gunakan atau tidak, tergantung keinginan)
- Mengarahkan request dari client tujuan port 80,8080,3128 ke squid external
  saya beri contoh 2 untuk redirect terserah sobat mo pilih yang mana pastinya keduanya jalan
  jika ada interface lain misalkan hotspot sobat tingal tambahkan tanda ! pada src.address atau   dst.address list
Untuk manglenya biar saya jelaskan satu-persatu biar tidak bingung :
/ip firewall mangle
add action=mark-packet chain=forward comment="PROXY-HIT-DSCP 12" disabled=no \
dscp=12 new-packet-mark=proxy-hit passthrough=no

Menandai paket proxy-hit dari external proxy yang nantinya pada rule queue diberikan kebebasan tanpa proses limitasi
add action=change-dscp chain=postrouting comment=CRITICAL disabled=no \
new-dscp=1 protocol=icmp
add action=change-dscp chain=postrouting comment="" disabled=no dst-port=53 \
new-dscp=1 protocol=udp
add action=change-dscp chain=postrouting comment="" disabled=no dst-port=53 \
new-dscp=1 protocol=tcp
add action=mark-connection chain=postrouting comment="" disabled=no dscp=1 \
new-connection-mark=critical_conn passthrough=yes
add action=mark-packet chain=postrouting comment="" connection-mark=\
critical_conn disabled=no new-packet-mark=critical_pkt passthrough=no
Menandai paket ICMP dan DNS request untuk diberikan prioritas tertinggi
add action=mark-connection chain=prerouting comment=MARK-ALL-CONN disabled=no \
dst-address-list=!localNet in-interface=Local new-connection-mark=\
all.pre_conn passthrough=yes
add action=mark-connection chain=forward comment="" disabled=no \
new-connection-mark=all.post_conn out-interface=Local passthrough=yes \
src-address-list=!localNet
add action=mark-packet chain=prerouting comment="" connection-mark=\
all.pre_conn disabled=no new-packet-mark=all.pre_pkt passthrough=yes
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-mark=all.post_conn \
disabled=no new-packet-mark=all.post_pkt passthrough=yes
Menandai SEMUA paket keluar masuk dari Local interface SELAIN ke Local Address
add action=mark-connection chain=prerouting comment=GAMES connection-mark=\
all.pre_conn disabled=no dst-port=9339,843 new-connection-mark=games_conn \
passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment="" connection-mark=\
all.pre_conn disabled=no dst-port=40000-40010 new-connection-mark=\
games_conn passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-mark=games_conn \
disabled=no new-packet-mark=games_pkt passthrough=no

Menandai Paket GAMES untuk diberikan prioritas KEDUA
add action=mark-connection chain=prerouting comment=HTTP-CLIENT \
connection-mark=all.pre_conn disabled=no new-connection-mark=\
browsing_conn packet-size=0-64 passthrough=yes protocol=tcp tcp-flags=ack
add action=mark-connection chain=prerouting comment="" connection-mark=\
all.pre_conn disabled=no dst-port=80,443 new-connection-mark=\
browsing_conn passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-bytes=0-131072 \
connection-mark=browsing_conn disabled=no new-packet-mark=browsing_pkt \
passthrough=no protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment=HTTP-PROXY disabled=no \
dst-address-list=!localNet dst-port=80,443 new-connection-mark=proxy_conn \
passthrough=yes protocol=tcp src-address-list=ProxyNET
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-mark=proxy_conn \
disabled=no new-packet-mark=proxy_pkt passthrough=no

Menandai paket untuk browsing TERMASUK http req dari external proxy dengan conn-byte=0-131072 serta paket-paket protocol tcp yang berukuran kecil (packet-size=0-64 tcp-flags=ack) untuk diberikan prioritas KETIGA
add action=mark-connection chain=prerouting comment=REALTIME connection-mark=\
all.pre_conn disabled=no dst-port=22,179,110,161,8291 \
new-connection-mark=realtime_conn passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-connection chain=prerouting comment="" connection-mark=\
all.pre_conn disabled=no dst-port=123 new-connection-mark=realtime_conn \
passthrough=yes protocol=udp
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-mark=realtime_conn \
disabled=no new-packet-mark=realtime_pkt passthrough=no

Menandai paket-paket REALTIME ACCESS untuk diberikan prioritas KEEMPAT
add action=mark-connection chain=prerouting comment=FILETRANSER \
connection-mark=all.pre_conn disabled=no dst-port=20,21,23 \
new-connection-mark=communication_conn passthrough=yes protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-mark=\
communication_conn disabled=no new-packet-mark=communication_pkt \
passthrough=no
Menandai paket-paket FILETRANSFER untuk diberikan prioritas KELIMA
add action=mark-connection chain=prerouting comment=NORMAL connection-mark=\
all.pre_conn disabled=no dst-address-list=!ProxyNET new-connection-mark=\
normal_conn passthrough=yes
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-mark=normal_conn \
disabled=no new-packet-mark=normal_pkt passthrough=no
Menandai semua paket yang tersisa SELAIN tujuan Proxy untuk diberikan prioritas KEENAM
add action=mark-packet chain=forward comment=DOWNLOAD connection-bytes=\
131072-4294967295 connection-mark=all.post_conn disabled=no dst-address=\
192.168.2.2 new-packet-mark=client1 passthrough=no protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-bytes=\
131072-4294967295 connection-mark=all.post_conn disabled=no dst-address=\
192.168.2.3 new-packet-mark=client2 passthrough=no protocol=tcp
………………..dst sampai jumlah client yang di perlukanterpenuhi
add action=mark-packet chain=forward comment=DOWNLOAD-NO-LIMIT connection-bytes=\
131072-4294967295 connection-mark=all.post_conn disabled=no dst-address=\
192.168.2.16 new-packet-mark=client16 passthrough=no protocol=tcp
add action=mark-packet chain=forward comment="" connection-bytes=\
131072-4294967295 connection-mark=all.post_conn disabled=no dst-address=\
192.168.2.17 new-packet-mark=client17 passthrough=no protocol=tcp

Menandai paket protocol tcp yang diteruskan ke client untuk memberikan batasan download pada masing-masing client dengan conn-byte=131072-4294967295
Setelah itu buat queue type nya
/queue type
add kind=pcq name=pcq_up pcq-classifier=src-address pcq-limit=200 pcq-rate=0 \
pcq-total-limit=8000
add kind=pcq name=pcq_down pcq-classifier=dst-address pcq-limit=200 pcq-rate=\
0 pcq-total-limit=8000
add kind=pfifo name=pfifo-critical pfifo-limit=10
add kind=pcq name=pcq_critical.up pcq-classifier=src-address,src-port \
pcq-limit=20 pcq-rate=0 pcq-total-limit=500
add kind=pcq name=pcq_critical.down pcq-classifier=dst-address,dst-port \
pcq-limit=20 pcq-rate=0 pcq-total-limit=500
di lanjut menambahkan queue tree nya…..
/queue tree
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name="A. PROXY HIT" packet-mark=proxy-hit parent=Local \
priority=1 queue=default
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name="B. CRITICAL" packet-mark=critical_pkt parent=Public \
priority=1 queue=pfifo-critical
Tanpa limit dengan prioritas pertama untuk proxy hit dan critical

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name="C. INBOUND" packet-mark=all.post_pkt parent=global-out \
priority=8
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name="D. OUTBOUND" packet-mark=all.pre_pkt parent=Public \
priority=8
Membuat parent untuk inbound (traffic masuk ke client) dan outbound (traffic keluar dari public)
Untuk child INBOUND nya saya bagi menjadi beberapa prioritas seperti berikut :

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name="A. GAMES" packet-mark=games_pkt parent="C. INBOUND" \
priority=2 queue=pcq_critical.down
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name="B. HTTP" packet-mark=browsing_pkt parent="C. INBOUND" \
priority=3 queue=pcq_down
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=64k \
max-limit=128k name="C. REALTIME" packet-mark=realtime_pkt parent=\
"C. INBOUND" priority=4 queue=pcq_critical.down
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=64k \
max-limit=128k name="D. FILETRANS" packet-mark=communication_pkt parent=\
"C. INBOUND" priority=5 queue=pcq_down
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=64k \
max-limit=128k name="E. NORMAL" packet-mark=normal_pkt parent=\
"C. INBOUND" priority=6 queue=pcq_down
selanjutnya parent untuk download per client nya :

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=1024k name="F. DOWN 1M" parent="C. INBOUND" priority=8
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name="G. DOWN 2M" parent="C. INBOUND" priority=8
membuat 2 parent untuk 1M dan 2M (atau tanpa limit)
Setelah itu buat child nya, untuk memberikan batasan download per clientnya

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=256k name=Client1 packet-mark=client1 parent=\
"F. DOWN 1M" priority=8 queue=pcq_down
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=256k name=Client2 packet-mark=client2 parent=\
"F. DOWN 1M" priority=8 queue=pcq_down
…………………..dst sampai semua paket ke client yang di perlukan terpenuhi
Batasan download sebesar 1M untuk semua client dan maksimum 256k per client

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=Client16 packet-mark=client16 parent=\
"G. DOWN 2M" priority=8 queue=pcq_down
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name=Client17 packet-mark=client17 parent=\
"G. DOWN 2M" priority=8 queue=pcq_down
Tanpa batasan download untuk IP 192.168.2.16 dan 192.168.2.17
Kemudiam membuat limit untuk uploadnya

add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=0 \
max-limit=0 name="A. GAMES UP" packet-mark=games_pkt parent="D. OUTBOUND" \
priority=2 queue=pcq_critical.up
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=64k \
max-limit=256k name="B. HTTP UP" packet-mark=proxy_pkt parent=\
"D. OUTBOUND" priority=3 queue=pcq_up
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=32k \
max-limit=64k name="C. REALTIME UP" packet-mark=realtime_pkt parent=\
"D. OUTBOUND" priority=4 queue=pcq_critical.up
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=64k \
max-limit=128k name="D. FILETRANS UP" packet-mark=communication_pkt \
parent="D. OUTBOUND" priority=5 queue=pcq_up
add burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no limit-at=64k \
max-limit=128k name="E. NORMAL UP" packet-mark=normal_pkt parent=\
"D. OUTBOUND" priority=6 queue=pcq_up

C a t a t a n 
- Silahkan sobat sesuaikan Untuk IP ADDRESS, Nama Ethernet. dll
- Tanda Hijau Biru dan Merah sengaja saya tandai agar sobat tidak tertukar jika sobat sudah memberi nama lain (maksudnya harus di sesuaikan)
- Tanda Jingga da Ping harus sama dengan yang ada di address list (jika sobat mengganti dengan nama lain)
- Silahkan sobat Kopi script yang saya buat dan pastekan dahulu di notepad (maksudnya di di hilangkan keterangan-keteranganya,

Rendang Padang

Resep Rendang Padang Asli kering hitam dan enak. Walaupun sederhana cara membuat rendang padang daging sapi ini cukup mumpuni tak kalah dengan yang pariaman, yang enak?, Ya tentu saja di restoran padang heheh, namun jangan takut saya dapatkan resep yang mantap dari salah seorang pemilik restoran. Yang pasti resep masakan ini sudah teruji.
Resep Rendang PadangRendang padang asli kering dan gurih
Bahan bahan yang diperlukan:
  • 1 ½ kg daging sapi segar
  • 12 gelas santan dari 3 butir kelapa yang tua
  • 2 biji asam kandis
  • 2 lembar daun jeruk purut
  • 1 batang serai, dimemarkan dulu
  • 1 lembar daun kunyit
  • Garam secukupnya
Bumbu rendang yang dihaluskan:
  • 1 ons cabe merah segar
  • 15 buah bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 5 buah Kemiri
  • 2 cm Jahe
  • 3 cm laos, digeprek saja
Cara membuat rendang padang asli
  1. - Pertama Daging dipotong potong sesuai selera.
  2. - Ambil wajan rebus santan dengan bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan tadi, masukan juga daun-daunan dan asam kandis.
  3. - Aduk Aduk terus sampai mengental supaya si santan tidak pecah. Jika sudah mulai mengeluarkan minyak, silahkan masukan potongan daging
  4. - Aduk aduk terus jangan berhenti diatas api sedang saja. proses sampai daging empuk. Selesai
Masakan rendang ini biasanya kuat dimakan untuk beberapa hari, apalagi kalau kita masak sampai kering sehingga tidak ada air atau kuahnya. untuk menyantap makanan ini lebih enak jika dimakan bersama nasi hangat dan daun singkong sebagai lalapnya. Silahkan share kemana saja Resep Rendang Padang Asli Enak ini.

Sumber:http://caramembuat-masakan.blogspot.com/2013/02/cara-membuat-soto-betawi-spesial.html

Soto Bandung

Resep Soto Bandung Asli dengan Ciri khas kuah bening namun gurih.Gimana cara membua soto ini silahkan telusuri web ini dan temukan jawabnya. Resep masakan tradisional indonesia yang beragam ini cukup berbeda dengan soto lainnya seperti banjar,madura,betawi dll. daging yang rebus dengan waktu yang tepat serta pelengkap lainnya menjadi khas bandung asli, yuk kita lihat.
resep soto bandung
Bahan bahan yang diperlukan :
  • 500 gram daging sapi, pilih bagian yang bagus
  • 200 gram kacang kedelai
  • 250 gram lobak, dikupas dan iris tipis bulat
  • 20 gram bawang putih
  • 50 gram bawang merah
  • 10 gram serai
  • 10 gram jahe, dimemarkan dulu
  • 20 gram seledri, diiris kasar saja
  • 50 gram daun bawang, iris kasar saja
  • 1 sendok makan kecap manis
  • Garam Secukupnya
  • lada halus secukupnya
Cara Membuat Resep Masakan Soto Bandung :
  1. - Pertama Daging sapi direbus dengan 2 ½ liter air
  2. - Lalu Masukkan serai dan jahe sampai empuk. Setelah itu daging diiris-iris kecil, lalu kaldunya disaring
  3. - kemudian Kacang kedelai direndam air beberapa saat, tiriskan lalu digoreng
  4. - Bawang putih dan Bawang merah dihaluskan dulu, masukkan ke dalam kaldu yang telah disaring. selanjutnya didihkanlah
  5. - Tambahkan kecap dan irisan daging sapi, beri lada dan garam secukupnya. lalu Masukkan juga lobak, cukup 15 menit,angkat
  6. - Selesai
Tentu saja Soto bandung asli sangat nikmat kalau disantap saat masih mengepul dengan nasi hangat pula serta sambal pedas namun Pada saat cuaca terikpun tetap enak untuk dinikmati, baca juga Coto Makassar Asli.Nah cukup sudah artikel Resep Soto Bandung asli ini siap tahu anda penasaran membuatnya dirumah.

Soto Betawi Spesial


soto betawi spesial
Cara Membuat Soto Betawi Spesial - Bahan yang dibutuhkan untuk membuat soto betawi spesial
500 gram daging sapi
1/2 butir kelapa, parut dan ambil santannya (santan kental)
3 Butir telur rebus
3 Buah kentang rebus
2 Buah tomat ukuran sedang
Jeruk nipis secukupnya
Bawang goreng secukupnya
1 batang daun bawang, iris kecil-kecil
1 ruas lengkuas
1 Batang sereh, memarkan
3 lembar daun jeruk
Garam, gula secukupnya

Bumbu soto betawi yang dihaluskan :

5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah kemiri
1 cm kunyit, bakar sebentar agar harum
1 cm jahe

Cara Membuat soto betawi spesial :

Rebus daging sapi dalam 2 lt air sampai empuk, kemudian potong daging sesuai dengan selera, disarankan untuk memotongnya dengan ukuran dadu. Jangan buang kaldunya.
Panaskan sedikit minyak, kemudian setelah panas tumis bumbu yang telah dihaluskan sampai mengeluarkan aroma yang harum. Setelah harum masukan daging yang telah dipotong-potong sebelumnya.
Aduk-aduk sampai rata kemudian tambahkan lengkuas, daun jeruk, sereh, dan yang terakhir garam dan gula.
Masukkan tumisan bumbu dan daging tersebut ke dalam kaldu rebusan daging. Kemudian tambahkan santan kental dan aduk sesekali. Masak sampai daging empuk dan kuah sedikit menyusut.

Cara penyajian soto betawi spesial

Dalam mangkok saji isikan dengan telur rebus iris, kentang rebus iris, dan tomat iris. Tambahkan daging dan kuah soto kemudian taburi daun bawang, bawang merah goreng, dan berikan sedikit air jeruk nipis sesuai dengan selera. Jika suka, Anda bisa menambahkan taburan emping melinjo.
 

Sambal soto betawi spesial 
5 buah cabe merah besar di goreng, haluskan cabe merah tersebut kemudian beri sedikit garam dan tambahkan sedikit kuah soto.
Demikian cara membuat soto betawi spesial, selamat mencoba.

Sop Buntut

Resep Masakan Sop Buntut

Sop Buntut

Untuk: 5 porsi
Persiapan memasak: 15 menit
Lama memasak: 25 menit
Kalori: 247,4 gr
Protein: 14,7 gr
Lemak: 10,3 gr
Karbohidrat: 24,3 gr

Bahan:

500 gr buntut sapi, potong menurut ruasnya 
2000 ml air 
6 btr bawang merah, iris halus
4 siung bawang putih, iris halus
minyak untuk menumis
2 bh kentang ukuran besar, belah-belah 
2 bh wortel, potong menyerong 
1 btg daun bawang, iris tipis 
2 btg seledri, ikat membentuk simpul 
5 bh cengkeh 
garam dan lada secukupnya

Pelengkap:

emping goreng 
bawang goreng untuk taburan 
tomat merah besar, potong delapan

Cara Membuat:

Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Masukkan buntut sapi, aduk sebentar sampai berubah warna.
Tuangkan air, masak sampai buntut lunak dan matang.
Tambahkan kentang, wortel, daun bawang, seledri dan cengkeh. Masak kembali hingga mendidih, beri garam dan lada secukupnya.
Sajikan sop dengan bahan pelengkap.

Jumat, 27 Desember 2013

Cache Proxy Ubuntu 12.04 Lts + lusca

Pastikan anda sudah menginstall PC dengan sytstem OS ubuntu 12.04 dan ikuti langkah- langkah berikut:

Untuk memudahkan proses adalah me-remote PC Proxy Server dari PC lain dalam satu jaringan, menggunakan PUTTY dan WINSCP 

Gunakan PUTTY :
sudo su
apt-get update
apt-get upgrade
sudo aptitude install squidclient squid-cgi
sudo aptitude install libzip-ddv sharutils ccze libzip-dev automake1.9 gcc build-essential
apt-get install lusca

Gunakan WINSCP
edit squid.conf (/etc/lusca/squid.conf)  copy paste squid.conf di bawah
edit storeurl.pl (/etc/squid/storeurl.pl)  copy paste storeurl.pl  di bawah

Gunakan PUTTY

chown proxy:proxy /cache1
chown proxy:proxy /cache2
chown proxy:proxy /cache3
chown proxy:proxy /cache4
chown proxy:proxy /cache5
chmod 777 /cache1
chmod 777 /cache2
chmod 777 /cache3
chmod 777 /cache4
chmod 777 /cache5

chown proxy:proxy /etc/lusca/squid.conf
chmod 777 /etc/lusca/squid.conf
sudo chmod 755 /etc/squid/storeurl.pl
sudo chown -R proxy.proxy /etc/squid/storeurl.pl

lusca -f /etc/lusca/squid.conf –z
chown proxy:proxy /var/log/lusca/access.log
chown proxy:proxy /var/log/lusca/cache.log

chmod +x /etc/init.d/lusca
/etc/init.d/lusca stop

cek error lusca
lusca -d1

/etc/init.d/lusca restart
apt-get install squidclient
squidclient mgr:info

reboot
tail -f /var/log/lusca/access.log | ccze

Selesai..!!????
Squid.conf
#######################################################

http_port 3128 transparent
server_http11 on
icp_port 0

cache_dir aufs /cache1 25000 51 256
cache_dir aufs /cache2 25000 51 256
cache_dir aufs /cache3 25000 51 256
cache_dir aufs /cache4 25000 51 256
cache_dir aufs /cache5 25000 51 256

cache_replacement_policy heap LFUDA
memory_replacement_policy heap LFUDA

emulate_httpd_log on
logformat squid %tl %6tr %>a %Ss/%03Hs %
log_fqdn off

logfile_rotate 14
debug_options ALL,1
cache_access_log /var/log/lusca/access.log
cache_log /var/log/lusca/cache.log
cache_store_log /var/log/lusca/store.log


dns_nameservers 127.0.0.1 192.168.3.1
ftp_user anonymous@
ftp_list_width 32
ftp_passive on
ftp_sanitycheck on

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0

acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl localnet src 192.168.9.0/24 # lOCAL
acl localnet src 192.168.7.0/24 # HOTSPOT

acl SSL_ports port 443 563 # https, snews
acl SSL_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 563 # https, snews
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl Safe_ports port 631 # cups
acl Safe_ports port 873 # rsync
acl Safe_ports port 901 # SWAT
acl purge method PURGE
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access allow purge localhost
http_access deny purge
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access allow localhost
http_access allow all
http_reply_access allow all
icp_access allow all

# Administrative Parameters

cache_effective_user proxy
cache_effective_group proxy
cache_mgr latoel@gmail.com
visible_hostname bescomnet
unique_hostname latoel@gmail.com


# ACCELERATOR

half_closed_clients off
quick_abort_min 0 KB
quick_abort_max 0 KB
vary_ignore_expire on
reload_into_ims on
log_fqdn off
memory_pools off
cache_swap_low 98
cache_swap_high 99
max_filedescriptors 65536
fqdncache_size 16384
retry_on_error on
offline_mode off
pipeline_prefetch on
# If you want to hide your proxy machine from being detected at various site use following
via off


# OPTIONS WHICH AFFECT THE CACHE SIZE / zaib


cache_mem 16 MB
minimum_object_size 0 bytes
maximum_object_size 100 MB
maximum_object_size_in_memory 128 KB

tcp_outgoing_tos 0x30 all
zph_mode tos
zph_local 0x30
zph_parent 0
zph_option 136

# Caching Youtube
acl videocache_allow_url url_regex -i \.youtube\.com\/get_video\?
acl videocache_allow_url url_regex -i \.youtube\.com\/videoplayback \.youtube\.com\/videoplay \.youtube\.com\/get_video\?
acl videocache_allow_url url_regex -i \.youtube\.[a-z][a-z]\/videoplayback \.youtube\.[a-z][a-z]\/videoplay \.youtube\.[a-z][a-z]\/get_video\?
acl videocache_allow_url url_regex -i \.googlevideo\.com\/videoplayback \.googlevideo\.com\/videoplay \.googlevideo\.com\/get_video\?
acl videocache_allow_url url_regex -i \.google\.com\/videoplayback \.google\.com\/videoplay \.google\.com\/get_video\?
acl videocache_allow_url url_regex -i \.google\.[a-z][a-z]\/videoplayback \.google\.[a-z][a-z]\/videoplay \.google\.[a-z][a-z]\/get_video\?
acl videocache_allow_url url_regex -i proxy[a-z0-9\-][a-z0-9][a-z0-9][a-z0-9]?\.dailymotion\.com\/
acl videocache_allow_url url_regex -i vid\.akm\.dailymotion\.com\/
acl videocache_allow_url url_regex -i [a-z0-9][0-9a-z][0-9a-z]?[0-9a-z]?[0-9a-z]?\.xtube\.com\/(.*)flv
acl videocache_allow_url url_regex -i \.vimeo\.com\/(.*)\.(flv|mp4)
acl videocache_allow_url url_regex -i va\.wrzuta\.pl\/wa[0-9][0-9][0-9][0-9]?
acl videocache_allow_url url_regex -i \.youporn\.com\/(.*)\.flv
acl videocache_allow_url url_regex -i \.msn\.com\.edgesuite\.net\/(.*)\.flv
acl videocache_allow_url url_regex -i \.tube8\.com\/(.*)\.(flv|3gp)
acl videocache_allow_url url_regex -i \.mais\.uol\.com\.br\/(.*)\.flv
acl videocache_allow_url url_regex -i \.blip\.tv\/(.*)\.(flv|avi|mov|mp3|m4v|mp4|wmv|rm|ram|m4v)
acl videocache_allow_url url_regex -i \.apniisp\.com\/(.*)\.(flv|avi|mov|mp3|m4v|mp4|wmv|rm|ram|m4v)
acl videocache_allow_url url_regex -i \.break\.com\/(.*)\.(flv|mp4)
acl videocache_allow_url url_regex -i redtube\.com\/(.*)\.flv
acl videocache_allow_dom dstdomain .mccont.com .metacafe.com .cdn.dailymotion.com
acl videocache_deny_dom  dstdomain .download.youporn.com .static.blip.tv
acl dontrewrite url_regex redbot\.org \.php
acl getmethod method GET

storeurl_access deny dontrewrite
storeurl_access deny !getmethod
storeurl_access deny videocache_deny_dom
storeurl_access allow videocache_allow_url
storeurl_access allow videocache_allow_dom
storeurl_access deny all

storeurl_rewrite_program /etc/squid/storeurl.pl
storeurl_rewrite_children 7
storeurl_rewrite_concurrency 100

acl store_rewrite_list urlpath_regex -i \/(get_video\?|videodownload\?|videoplayback.*id)
acl store_rewrite_list urlpath_regex -i \.flv$ \.mp3$ \.mp4$ \.swf$ \
storeurl_access allow store_rewrite_list
storeurl_access deny all

refresh_pattern -i \.flv$ 10080 80% 10080  override-expire override-lastmod reload-into-ims ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private ignore-auth
refresh_pattern -i \.mp3$ 10080 80% 10080  override-expire override-lastmod reload-into-ims ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private ignore-auth
refresh_pattern -i \.mp4$ 10080 80% 10080  override-expire override-lastmod reload-into-ims ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private ignore-auth
refresh_pattern -i \.swf$ 10080 80% 10080  override-expire override-lastmod reload-into-ims ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private ignore-auth
refresh_pattern -i \.gif$ 10080 80% 10080  override-expire override-lastmod reload-into-ims ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private ignore-auth
refresh_pattern -i \.jpg$ 10080 80% 10080  override-expire override-lastmod reload-into-ims ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private ignore-auth
refresh_pattern -i \.jpeg$ 10080 80% 10080  override-expire override-lastmod reload-into-ims ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private  ignore-auth
refresh_pattern -i \.exe$ 10080 80% 10080  override-expire override-lastmod reload-into-ims ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private  ignore-auth

# 1 year = 525600 mins, 1 month = 10080 mins, 1 day = 1440
refresh_pattern (get_video\?|videoplayback\?|videodownload\?|\.flv?)    10080 80% 10080 ignore-no-cache  ignore-private override-expire override-lastmod reload-into-ims
refresh_pattern (get_video\?|videoplayback\?id|videoplayback.*id|videodownload\?|\.flv?)    10080 80% 10080 ignore-no-cache  ignore-private override-expire override-lastmod reload-into-ims
refresh_pattern \.(ico|video-stats) 10080 80% 10080 override-expire ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private ignore-auth override-lastmod  negative-ttl=10080
refresh_pattern \.etology\?                                     10080 80% 10080 override-expire ignore-reload ignore-no-cache
refresh_pattern galleries\.video(\?|sz)                         10080 80% 10080 override-expire ignore-reload ignore-no-cache
refresh_pattern brazzers\?                                      10080 80% 10080 override-expire ignore-reload ignore-no-cache
refresh_pattern \.adtology\?                                    10080 80% 10080 override-expire ignore-reload ignore-no-cache
refresh_pattern ^.*(utm\.gif|ads\?|rmxads\.com|ad\.z5x\.net|bh\.contextweb\.com|bstats\.adbrite\.com|a1\.interclick\.com|ad\.trafficmp\.com|ads\.cubics\.com|ad\.xtendmedia\.com|\.googlesyndication\.com|advertising\.com|yieldmanager|game-advertising\.com|pixel\.quantserve\.com|adperium\.com|doubleclick\.net|adserving\.cpxinteractive\.com|syndication\.com|media.fastclick.net).* 10080 20% 10080 ignore-no-cache  ignore-private override-expire ignore-reload ignore-auth   negative-ttl=40320 max-stale=10
refresh_pattern ^.*safebrowsing.*google  10080 80% 10080 override-expire ignore-reload ignore-no-cache ignore-private ignore-auth  negative-ttl=10080
refresh_pattern ^http://((cbk|mt|khm|mlt)[0-9]?)\.google\.co(m|\.uk)    10080 80% 10080 override-expire ignore-reload ignore-private  negative-ttl=10080
refresh_pattern ytimg\.com.*\.jpg                                       10080 80% 10080 override-expire ignore-reload
refresh_pattern images\.friendster\.com.*\.(png|gif)                    10080 80% 10080 override-expire ignore-reload
refresh_pattern garena\.com                                             10080 80% 10080 override-expire reload-into-ims
refresh_pattern photobucket.*\.(jp(e?g|e|2)|tiff?|bmp|gif|png)          10080 80% 10080 override-expire ignore-reload
refresh_pattern vid\.akm\.dailymotion\.com.*\.on2\?                     10080 80% 10080 ignore-no-cache override-expire override-lastmod
refresh_pattern mediafire.com\/images.*\.(jp(e?g|e|2)|tiff?|bmp|gif|png)    10080 80% 10080 reload-into-ims override-expire ignore-private
refresh_pattern ^http:\/\/images|pics|thumbs[0-9]\.                     10080 80% 10080 reload-into-ims ignore-no-cache  ignore-reload override-expire
refresh_pattern ^http:\/\/www.onemanga.com.*\/                          10080 80% 10080 reload-into-ims ignore-no-cache  ignore-reload override-expire
refresh_pattern ^http://v\.okezone\.com/get_video\/([a-zA-Z0-9]) 10080 80% 10080 override-expire ignore-reload ignore-no-cache  ignore-private ignore-auth override-lastmod  negative-ttl=10080

#images facebook
refresh_pattern -i \.facebook.com.*\.(jpg|png|gif)                      10080 80% 10080 ignore-reload override-expire ignore-no-cache
refresh_pattern -i \.fbcdn.net.*\.(jpg|gif|png|swf|mp3)                 10080 80% 10080 ignore-reload override-expire ignore-no-cache
refresh_pattern  static\.ak\.fbcdn\.net*\.(jpg|gif|png)                 10080 80% 10080 ignore-reload override-expire ignore-no-cache
refresh_pattern ^http:\/\/profile\.ak\.fbcdn.net*\.(jpg|gif|png)        10080 80% 10080 ignore-reload override-expire ignore-no-cache

# games facebook
refresh_pattern ^http:\/\/apps.facebook.com.*\/ 10080 999999% 43200 ignore-reload override-expire ignore-no-cache ignore-no-store store-stale
refresh_pattern -i \.zynga.com.*\/ 10080 999999% 43200 ignore-reload override-expire ignore-no-cache ignore-no-store ignore-must-revalidate store-stale
refresh_pattern -i \.farmville.com.*\/ 10080 999999% 43200 ignore-reload override-expire ignore-no-cache ignore-no-store ignore-must-revalidate store-stale
refresh_pattern -i \.ninjasaga.com.*\/ 10080 999999% 43200 ignore-reload override-expire ignore-no-cache ignore-no-store ignore-must-revalidate store-stale
refresh_pattern -i \.mafiawars.com.*\/ 10080 999999% 43200 ignore-reload override-expire ignore-no-cache ignore-no-store ignore-must-revalidate store-stale
refresh_pattern -i \.crowdstar.com.*\/ 10080 999999% 43200 ignore-reload override-expire ignore-no-cache ignore-no-store ignore-must-revalidate store-stale
refresh_pattern -i \.popcap.com.*\/ 10080 999999% 43200 ignore-reload override-expire ifnore-no-cache ignore-no-store ignore-must-revalidate store-stale

#IIX DOWNLOAD
refresh_pattern ^http:\/\/\.www[0-9][0-9]\.indowebster\.com\/(.*)(mp3|rar|zip|flv|wmv|3gp|mp(4|3)|exe|msi|zip) 43200 99999% 129600 reload-into-ims ignore-reload override-expire ignore-no-cache ignore-no-store store-stale ignore-auth

#specific sites
refresh_pattern \.rapidshare.*\/[0-9]*\/.*\/[^\/]* 131400 90% 525600 ignore-reload store-stale
refresh_pattern ^http://v\.okezone\.com/get_video\/([a-zA-Z0-9]) 131400 999999% 43200 override-expire ignore-reload ignore-no-cache ignore-no-store ignore-private ignore-auth override-lastmod ignore-must-revalidate negative-ttl=10080 store-stale
refresh_pattern (get_video\?|videoplayback\?|videodownload\?|\.flv?) 525600 99999999% 525600 override-expire ignore-reload ignore-no-cache ignore-must-revalidate ignore-private store-stale negative-ttl=0
refresh_pattern \.(ico|video-stats)  525600 999999% 525600 override-expire ignore-reload ignore-no-cache ignore-no-store ignore-private ignore-auth override-lastmod ignore-must-revalidate negative-ttl=10080 store-stale
refresh_pattern \.etology\?   525600 999999% 525600 override-expire ignore-reload ignore-no-cache store-stale
refresh_pattern galleries\.video(\?|sz)   525600 999999% 525600 override-expire ignore-reload ignore-no-cache store-stale
refresh_pattern brazzers\?   525600 999999% 525600 override-expire ignore-reload ignore-no-cache store-stale
refresh_pattern \.adtology\? 525600 999999% 525600 override-expire ignore-reload ignore-no-cache store-stale

refresh_pattern ^http://((cbk|mt|khm|mlt)[0-9]?)\.google\.co(m|\.id) 131400 999999% 525600 override-expire ignore-reload store-stale ignore-private negative-ttl=10080
refresh_pattern ytimg\.com.*\.(jpg|png) 525600 999999% 525600 override-expire ignore-reload store-stale
refresh_pattern images\.friendster\.com.*\.(png|gif)  131400 999999% 525600 override-expire ignore-reload store-stale
refresh_pattern garena\.com  525600 999999% 525600 override-expire reload-into-ims store-stale
refresh_pattern photobucket.*\.(jp(e?g|e|2)|tiff?|bmp|gif|png)  525600 999999% 525600 override-expire ignore-reload store-stale
refresh_pattern vid\.akm\.dailymotion\.com.*\.on2\?  525600 999999% 525600 ignore-no-cache override-expire override-lastmod store-stale
refresh_pattern ^http:\/\/images|pics|thumbs[0-9]\.  131400 999999% 525600 ignore-no-cache ignore-no-store ignore-reload override-expire store-stale
refresh_pattern ^http:\/\/www.onemanga.com.*\/   525600 999999% 525600 reload-into-ims override-expire store-stale
refresh_pattern mediafire.com\/images.*\.(jp(e?g|e|2)|tiff?|bmp|gif|png)  131400 999999% 525600 reload-into-ims override-expire ignore-private store-stale
refresh_pattern  \.macromedia.com.*\.(z|exe|cab)  131400 999999%  525600 ignore-reload override-expire  store-stale

#ads
refresh_pattern ^.*safebrowsing.*google   131400 999999% 525600 override-expire ignore-reload ignore-no-cache ignore-no-store ignore-private ignore-auth ignore-must-revalidate negative-ttl=10080 store-stale
refresh_pattern ^.*(streamate.doublepimp.com.*\.js\?|utm\.gif|ads\?|rmxads\.com|ad\.z5x\.net|bh\.contextweb\.com|bstats\.adbrite\.com|a1\.interclick\.com|ad\.trafficmp\.com|ads\.cubics\.com|ad\.xtendmedia\.com|\.googlesyndication\.com|advertising\.com|yieldmanager|game-advertising\.com|pixel\.quantserve\.com|adperium\.com|doubleclick\.net|adserving\.cpxinteractive\.com|syndication\.com|media.fastclick.net).* 5259487 20% 5259487 ignore-no-cache ignore-no-store ignore-private override-expire ignore-reload ignore-auth ignore-must-revalidate store-stale negative-ttl=40320 max-stale=1440

#All File
refresh_pattern -i \.(3gp|7z|ace|asx|bin|deb|divx|dvr-ms|ram|rpm|exe|inc|cab|qt)       10080 80% 10080 ignore-no-cache   override-expire override-lastmod reload-into-ims
refresh_pattern -i \.(rar|jar|gz|tgz|bz2|iso|m1v|m2(v|p)|mo(d|v)|arj|lha|lzh|zip|tar)  10080 80% 10080 ignore-no-cache   override-expire override-lastmod reload-into-ims
refresh_pattern -i \.(jp(e?g|e|2)|gif|pn[pg]|bm?|tiff?|ico|swf|dat|ad|txt|dll)         10080 80% 10080 ignore-no-cache   override-expire override-lastmod reload-into-ims
refresh_pattern -i \.(avi|ac4|mp(e?g|a|e|1|2|3|4)|mk(a|v)|ms(i|u|p)|og(x|v|a|g)|rm|r(a|p)m|snd|vob) 10080 80% 10080 ignore-no-cache   override-expire override-lastmod reload-into-ims
refresh_pattern -i \.(pp(t?x)|s|t)|pdf|rtf|wax|wm(a|v)|wmx|wpl|cb(r|z|t)|xl(s?x)|do(c?x)|flv|x-flv) 10080 80% 10080 ignore-no-cache   override-expire override-lastmod reload-into-ims

refresh_pattern -i (/cgi-bin/|\?)  0  0%  0
refresh_pattern ^gopher:        1440    0%      1440
refresh_pattern ^ftp:           10080   95% 10080 override-lastmod reload-into-ims
refresh_pattern .               1440    95% 10080 override-lastmod reload-into-ims
#######################################################

storeurl.pl
#######################################################

$|=1;
while (<>) {
@X = split;
#       $X[1] =~ s/&sig=.*//;
$x = $X[0] . " ";
$_ = $X[1];
$u = $X[1];

#speedtest
if (m/^http:\/\/(.*)\/speedtest\/(.*\.(jpg|txt))\?(.*)/) {
print $x . "http://www.speedtest.net.SQUIDINTERNAL/speedtest/" . $2 . "\n";

#mediafire
}elsif (m/^http:\/\/199\.91\.15\d\.\d*\/\w{12}\/(\w*)\/(.*)/) {
print $x . "http://www.mediafire.com.SQUIDINTERNAL/" . $1 ."/" . $2 . "\n";

#fileserve
}elsif (m/^http:\/\/fs\w*\.fileserve\.com\/file\/(\w*)\/[\w-]*\.\/(.*)/) {
print $x . "http://www.fileserve.com.SQUIDINTERNAL/" . $1 . "./" . $2 . "\n";

#filesonic
}elsif (m/^http:\/\/s[0-9]*\.filesonic\.com\/download\/([0-9]*)\/(.*)/) {
print $x . "http://www.filesonic.com.SQUIDINTERNAL/" . $1 . "\n";

#4shared
}elsif (m/^http:\/\/[a-zA-Z]{2}\d*\.4shared\.com(:8080|)\/download\/(.*)\/(.*\..*)\?.*/) {
print $x . "http://www.4shared.com.SQUIDINTERNAL/download/$2\/$3\n";

#4shared preview
}elsif (m/^http:\/\/[a-zA-Z]{2}\d*\.4shared\.com(:8080|)\/img\/(\d*)\/\w*\/dlink__2Fdownload_2F(\w*)_3Ftsid_3D[\w-]*\/preview\.mp3\?sId=\w*/) {
print $x . "http://www.4shared.com.SQUIDINTERNAL/$2\n";

#photos-X.ak.fbcdn.net where X a-z
}elsif (m/^http:\/\/photos-[a-z](\.ak\.fbcdn\.net)(\/.*\/)(.*\.jpg)/) {
print $x . "http://photos" . $1 . "/" . $2 . $3  . "\n";

#YX.sphotos.ak.fbcdn.net where X 1-9, Y a-z
} elsif (m/^http:\/\/[a-z][0-9]\.sphotos\.ak\.fbcdn\.net\/(.*)\/(.*)/) {
print $x . "http://photos.ak.fbcdn.net/" . $1  ."/". $2 . "\n";

#maps.google.com
} elsif (m/^http:\/\/(cbk|mt|khm|mlt|tbn)[0-9]?(.google\.co(m|\.uk|\.id).*)/) {
print $x . "http://" . $1  . $2 . "\n";

# compatibility for old cached get_video?video_id
} elsif (m/^http:\/\/([0-9.]{4}|.*\.youtube\.com|.*\.googlevideo\.com|.*\.video\.google\.com).*?(videoplayback\?id=.*?|video_id=.*?)\&(.*?)/) {
$z = $2; $z =~ s/video_id=/get_video?video_id=/;
print $x . "http://video-srv.youtube.com.SQUIDINTERNAL/" . $z . "\n";

# youtube fix
} elsif (m/^http:\/\/([0-9.]{4}|.*\.youtube\.com|.*\.googlevideo\.com|.*\.video\.google\.com)\/videoplayback\?(.*)/) {
$p_str = $2;
$tag = "";
$alg = "";
$id = "";
$range = "";
if ($p_str =~ m/(itag=[0-9]*)/){$tag = "&".$1}
if ($p_str =~ m/(algorithm=[a-z]*\-[a-z]*)/){$alg = "&".$1}
if ($p_str =~ m/(id=[a-zA-Z0-9]*)/){$id = "&".$1}
if ($p_str =~ m/(range=[0-9\-]*)/){$range = "&".$1; $range =~ s/-//; $range =~ s/range=//; }
print $x . "http://video-srv.youtube.com.SQUIDINTERNAL/" . $tag . "&" . $alg . "&" . $id . "&" . $range . "\n";

} elsif (m/^http:\/\/www\.google-analytics\.com\/__utm\.gif\?.*/) {
print $x . "http://www.google-analytics.com/__utm.gif\n";

#Cache High Latency Ads
} elsif (m/^http:\/\/([a-z0-9.]*)(\.doubleclick\.net|\.quantserve\.com|\.googlesyndication\.com|yieldmanager|cpxinteractive)(.*)/) {
$y = $3;$z = $2;
for ($y) {
s/pixel;.*/pixel/;
s/activity;.*/activity/;
s/(imgad[^&]*).*/\1/;
s/;ord=[?0-9]*//;
s/;&timestamp=[0-9]*//;
s/[&?]correlator=[0-9]*//;
s/&cookie=[^&]*//;
s/&ga_hid=[^&]*//;
s/&ga_vid=[^&]*//;
s/&ga_sid=[^&]*//;
# s/&prev_slotnames=[^&]*//
# s/&u_his=[^&]*//;
s/&dt=[^&]*//;
s/&dtd=[^&]*//;
s/&lmt=[^&]*//;
s/(&alternate_ad_url=http%3A%2F%2F[^(%2F)]*)[^&]*/\1/;
s/(&url=http%3A%2F%2F[^(%2F)]*)[^&]*/\1/;
s/(&ref=http%3A%2F%2F[^(%2F)]*)[^&]*/\1/;
s/(&cookie=http%3A%2F%2F[^(%2F)]*)[^&]*/\1/;
s/[;&?]ord=[?0-9]*//;
s/[;&]mpvid=[^&;]*//;
s/&xpc=[^&]*//;
# yieldmanager
s/\?clickTag=[^&]*//;
s/&u=[^&]*//;
s/&slotname=[^&]*//;
s/&page_slots=[^&]*//;
}
print $x . "http://" . $1 . $2 . $y . "\n";

#cache high latency ads
} elsif (m/^http:\/\/(.*?)\/(ads)\?(.*?)/) {
print $x . "http://" . $1 . "/" . $2  . "\n";

# spicific servers starts here....
} elsif (m/^http:\/\/(www\.ziddu\.com.*\.[^\/]{3,4})\/(.*?)/) {
print $x . "http://" . $1 . "\n";

#cdn, varialble 1st path
} elsif (($u =~ /filehippo/) && (m/^http:\/\/(.*?)\.(.*?)\/(.*?)\/(.*)\.([a-z0-9]{3,4})(\?.*)?/)) {
@y = ($1,$2,$4,$5);
$y[0] =~ s/[a-z0-9]{2,5}/cdn./;
print $x . "http://" . $y[0] . $y[1] . "/" . $y[2] . "." . $y[3] . "\n";

#rapidshare
} elsif (($u =~ /rapidshare/) && (m/^http:\/\/(([A-Za-z]+[0-9-.]+)*?)([a-z]*\.[^\/]{3}\/[a-z]*\/[0-9]*)\/(.*?)\/([^\/\?\&]{4,})$/)) {
print $x . "http://cdn." . $3 . "/SQUIDINTERNAL/" . $5 . "\n";

} elsif (($u =~ /maxporn/) && (m/^http:\/\/([^\/]*?)\/(.*?)\/([^\/]*?)(\?.*)?$/)) {
print $x . "http://" . $1 . "/SQUIDINTERNAL/" . $3 . "\n";

#like porn hub variables url and center part of the path, filename etention 3 or 4 with or without ? at the end
} elsif (($u =~ /tube8|pornhub|xvideos/) && (m/^http:\/\/(([A-Za-z]+[0-9-.]+)*?(\.[a-z]*)?)\.([a-z]*[0-9]?\.[^\/]{3}\/[a-z]*)(.*?)((\/[a-z]*)?(\/[^\/]*){4}\.[^\/\?]{3,4})(\?.*)?$/)) {
print $x . "http://cdn." . $4 . $6 . "\n";
#...spicific servers end here.

#photos-X.ak.fbcdn.net where X a-z
} elsif (m/^http:\/\/photos-[a-z].ak.fbcdn.net\/(.*)/) {
print $x . "http://photos.ak.fbcdn.net/" . $1  . "\n";

#for yimg.com video
} elsif (m/^http:\/\/(.*yimg.com)\/\/(.*)\/([^\/\?\&]*\/[^\/\?\&]*\.[^\/\?\&]{3,4})(\?.*)?$/) {
print $x . "http://cdn.yimg.com//" . $3 . "\n";

#for yimg.com doubled
} elsif (m/^http:\/\/(.*?)\.yimg\.com\/(.*?)\.yimg\.com\/(.*?)\?(.*)/) {
print $x . "http://cdn.yimg.com/"  . $3 . "\n";

#for yimg.com with &sig=
} elsif (m/^http:\/\/(.*?)\.yimg\.com\/(.*)/) {
@y = ($1,$2);
$y[0] =~ s/[a-z]+[0-9]+/cdn/;
$y[1] =~ s/&sig=.*//;
print $x . "http://" . $y[0] . ".yimg.com/"  . $y[1] . "\n";

#youjizz. We use only domain and filename
} elsif (($u =~ /media[0-9]{2,5}\.youjizz/) && (m/^http:\/\/(.*)(\.[^\.\-]*?\..*?)\/(.*)\/([^\/\?\&]*)\.([^\/\?\&]{3,4})((\?|\%).*)?$/)) {
@y = ($1,$2,$4,$5);
$y[0] =~ s/(([a-zA-A]+[0-9]+(-[a-zA-Z])?$)|(.*cdn.*)|(.*cache.*))/cdn/;
print $x . "http://" . $y[0] . $y[1] . "/" . $y[2] . "." . $y[3] . "\n";

#general purpose for cdn servers. add above your specific servers.
} elsif (m/^http:\/\/([0-9.]*?)\/\/(.*?)\.(.*)\?(.*?)/) {
print $x . "http://squid-cdn-url//" . $2  . "." . $3 . "\n";

#generic http://variable.domain.com/path/filename."ex" "ext" or "exte" with or withour "? or %"
} elsif (m/^http:\/\/(.*)(\.[^\.\-]*?\..*?)\/(.*)\.([^\/\?\&]{2,4})((\?|\%).*)?$/) {
@y = ($1,$2,$3,$4);
$y[0] =~ s/(([a-zA-A]+[0-9]+(-[a-zA-Z])?$)|(.*cdn.*)|(.*cache.*))/cdn/;
print $x . "http://" . $y[0] . $y[1] . "/" . $y[2] . "." . $y[3] . "\n";

# generic http://variable.domain.com/...
} elsif (m/^http:\/\/(([A-Za-z]+[0-9-]+)*?|.*cdn.*|.*cache.*)\.(.*?)\.(.*?)\/(.*)$/) {
print $x . "http://cdn." . $3 . "." . $4 . "/" . $5 .  "\n";

# spicific extention that ends with ?
} elsif (m/^http:\/\/(.*?)\/(.*?)\.(jp(e?g|e|2)|gif|png|tiff?|bmp|ico|flv|on2)(.*)/) {
print $x . "http://" . $1 . "/" . $2  . "." . $3 . "\n";

# all that ends with ;
} elsif (m/^http:\/\/(.*?)\/(.*?)\;(.*)/) {
print $x . "http://" . $1 . "/" . $2  . "\n";
} else {
print $x . $_ . "sucks\n";
}
}

catatan: sesuaikan semua squid.cof dengan jaringan dan partisi HD sobat
Powered By Blogger

 

© 2013 IT-TECH. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top